The Result when I Time Leaped Chapter 114


Konsultasi ke Anak Kecil

Sejak hari Minggu itu, Hiiragi-chan masih berinteraksi denganku seperti biasa seolah-olah tidak ada yang terjadi sama sekali. Beneran, kemarin itu apa-apaan coba ...?
“Nii-san? Apa kamu dengar?.”
Setelah ada yang menyolek pipiku, aku kembali fokus.
Dalam perjalanan menuju ke sekolah di pagi hari, para siswa yang berangkat melihat ke arah kami.
“Karena kau berteriak, semua orang jadi melihat kita sekarang ‘kan.”
“Itu karena Nii-san mengabaikan apa yang dikatakan Sana.”
“Aah, tentang apa yang kita lakukan untuk festival sekolah?”
“Nyahut dikit napa kalau dengerin tuh.”
Kelasku tidak melakukan sesuatu yang khusus di festival sekolah, jadi kami memutuskan untuk membuat kafe sederhana. Tak perlu membuat dekorasi yang macam-macam. Yang harus kami lakukan hanyalah menerima pesanan pelanggan yang datang, dan kemudian melayani mereka.
Sederhana memang yang terbaik. Jenis café seperti itulah yang ingin kelasku buat.
Menunya sedikit dan hanya terdiri dari pancake. Orang-orang yang memasak akan dirotasi secara bergiliran. Sepertinya setengah dari teman sekelasku ingin menikmati seluruh festival sekolah ketimbang hanya apa yang dilakukan kelas kami.
“Café? Itu membosankan.”
“Tidak apa-apa. Aku ‘kan sudah kelas 2. Lagian ini bukan pertama kali, dan juga bukan yang terakhir. Jadi yang biasa-biasa saja tidak masalah.”
... Lagipula, aku ingin tahu tentang keadaan Hiiragi-chan kemarin, dan mengenai keadaan masa depan. Jika ini terus berlanjut, aku mungkin akan berakhir dengan memacari Natsumi-chan, dan bukan Hiiragi-chan. Apa ada hubungannya dengan perusahaan HRG, atau ada sesuatu yang harus aku lakukan sekarang di masa kelas 2 SMA-ku ini ...?
“Hmmmmm…”
“Kamu muram terus sejak kemarin. Ah, kemarin, anak kecil itu datang, ‘kan?”
“Anak kecil? Aaah, Rei-chan?”
Hah…? Itu benar, Rei-chan bilang kalau aku masih perjaka, ‘kan?
Tapi dia tidak salah juga, sih.
……?
“Kelas Sana memutuskan untuk melakukan rumah hantu.”
“Hmmm. Begitu ya?”
Aku baru memikirkan ini, tapi bukannya berangkat ke sekolah berdampingan sebagai saudara kandung seperti ini adalah sesuatu yang memalukan?
“Padahal Sana tidak mau, tapi aku disuruh berperan sebagai monster ...”
“Hmmm. Begitu ya?”
“Jadi hantu kuntilanak.”
“Hmmm. Begitu ya?”
Walau dia akan menolak peran apapun, sih.
“Sana bilang kalau dia tidak mau, tetapi karena jumlah nominasi ..."
“Jadi, kamu dipaksa karena nominasi ...”

Meski dia mengeluh dan menggerutu seperti itu, dia benar-benar berbaur dengan kelasnya. Dinominasikan begitu, artinya dia cukup disukai semua orang.
“Selama festival olahraga, ada orang-orang yang bersorak untukmu juga.”
“It-Itu hanya sedikit menggoda ... semua orang merasa senang menggoda Sana.”
Jika kau benar-benar penyendiri, mereka takkan menggodamu dengan mengatakan hal-hal seperti "Sana-tan, sangat imut!" , atau "Sana-tan, kakimu sangat ramping!"
“... Bukannya itu hebat?”
“Tolong jangan menatapku dengan pandangan lembut seperti itu.”
Kalau dipikir-pikir lagi, terakhir kali Sana tidak diberi peran sebagai hantu.
“Berjuanglah. Jika aku punya waktu, aku mungkin akan datang dan mengunjungi.”
“Bertingkah sok dan sombong, meski kamu cuma Nii-san.”
Meski dia tidak mendapatkan peran itu, dia mungkin akan membantu di kedai kari yang dilakukan oleh klub tata boga kita. Sana tampaknya akan sibuk saat festival sekolah nanti.
Setelah berpisah dengan Sana di pintu masuk, beberapa kegaduhan terdengar dari belakangku.
“Anak kecil?”
“Lucunya ~”
“Ada anak SD.”
“Adik seseorang?”
Berpikir kalau itu tidak mungkin, aku berbalik. Rei-chan ada di sana mengenakan topi bundar berwarna kuning dan membawa ransel merah.
“Senpai!”
Aku bisa merasakan tatapan semua orang tertuju padaku.
Dengan ranselnya yang berguncang ke atas dan ke bawah, dia berlari mendekat.
“Aku, aku membuat bekal untuk Senpai!”
“Te-Terima kasih ...”
Dia menjulurkan kotak bekal yang dibungkus dengan sapu tangan.
“Hamburger favorit Senpai juga ada di dalam!”
Dia anak kelas empat SD yang berumur sepuluh tahun, tapi di bagian dalamnya dia adalah wanita berumur dua puluh. Jangan datang dengan penuh semangat begitu ... Inilah sebabnya, ketika aku kembali ke masa depan, Rei-chan bercita-cita menjadi istri keduaku. 
Jika ada di sini, kita akan menjadi objek rasa penasaran.
“Rei-chan, kemari sebentar.”
“…?”
Memeberi isyarat padanya, kami pergi ke belakang gedung sekolah yang sepi. 
Aku ada sesuatu yang ingin kukonfirmasi. Setelah duduk di anak tangga, aku memikirkan apa yang harus aku katakan.
“Ada apa, Senpai?”
Rei-chan memiringkan kepalanya dengan ekspresi polos. Kekuatan seorang gadis kecil harus ditakuti ... Gerakannya entah bagaimana terlihat imut ...!
“Sebelumnya, aku sementara kembali ke masa depan, dan sekali lagi kembali.”
“Hmmm? Jadi kamu bisa melakukan hal seperti itu?”
“Bukannya aku bisa melakukannya sesukaku, tapi itu adalah sesuatu yang terjadi dari waktu ke waktu. Bagaimanapun, di masa depan itu, aku adalah kepala di tempat kerja, dan berpacaran dengan Natsumi-chan. ”
“Betul.”
Jadi, masa depan itu sama dengan yang Rei-chan ketahui.
“Namun, aku bukan Sanada dan menjadi Hiiragi Seiji.”
“Nama belakangmu berubah ... artinya, pernikahanmu sudah diputuskan?”
“Apa benar itu masalahnya?”
Yang berarti Rei-chan, tidak tahu ... mengenai aku berpacaran dengan Hiiragi-chan, kakak perempuan Natsumi-chan.
“Rei-chan, kau bilang aku masih perjaka, kan?”
“Apa itu salah?”
“Kau tidak salah, tapi ada juga pola di masa depan dimana aku sudah punya pengalaman.”
“Hmmm?? Tapi, Kamu digoda oleh orang-orang dari tempat kerja tentang hal itu, tau? ”
Aku digoda? Tentang menjadi perjaka? Itu terlalu menyedihkan ...
“Senpai, bergembiralah!”
“Ah, ya, terima kasih.”
Semuanya berjalan lancar dengan Hiiragi-chan memungkinkanku untuk mendapatkan pengalaman di beberapa waktu. Tapi, aku tidak dipromosikan. Jika semuanya tidak berjalan baik dengan Hiiragi-chan, aku tetap dengan tidak memiliki pengalaman, dan berakhir sebagai anggota keluarga Hiiragi saat berpacaran dengan Natsumi-chan. Aku juga mendapat promosi kecil di perusahaan.
Perpecahan datang dalam waktu dekat. Sepertinya Hiiragi-chan dan aku akan putus saat aku kelas 3 SMA.
Sekarang adalah pertengahan Oktober, dan sekolah sedang mempersiapkan festival sekolah.
“Jadi, bahkan belum setengah tahun.”
Terlepas dari masa depan yang mana, kinerja perusahaan tetaplah memburuk.
“Senpai, jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan, tolong beri tahu aku, oke?”
Seolah-olah aku bisa melihat lingkaran cahaya datang dari belakang gadis muda itu.
“Nasihat percintaan, atau bahkan nasihat mesum. Aku bisa menerima apa pun!”
“Nasihat percintaan ...”
Begitu ya. Meski dia terlihat seperti ini, Rei-chan adalah seorang gadis berusia 20 tahun di masa jayanya. Masalah-masalah semacam ini pasti pernah dia dengar.
Berbicara kepada kaka perempuannya, Natsumi-chan, tentang perilaku aneh Hiiragi-chan bukanlah sesuatu yang terlalu aku sukai.
Itu mungkin akan menyebabkan Natsumi-chan menjadi aneh pula.
“Ummm, sebenarnya ...”
Aku akan terlambat, tapi tanpa mempedulikan hal itu, aku berbicara tentang kejadian yang terjadi kemarin.
“Eeh ...?”
“Ini benar-benar mengejutkan, bukan?”
“Senpai, kamu berpacaran dengan Sensei!?”
“Itu yang membuatmu terkejut?”
Yah, kurasa kau akan terkejut bila aku tidak mengatakan apa-apa.
“Sensei, adalah orang cabul ... !?”
“Dia seharusnya bukan tipe orang seperti itu, tapi ... mungkin karena aku sedang tidur, dia melakukan sesuatu yang berani seperti itu ....”
“Apa dia selalu begitu?”
“Aku ingin berpikir bukan itu masalahnya.”
Bila itu hanya mimpi, itu sesuatu yang bisa aku terima.
"Senpai, itu cuma kode daya tarik langsung."
“Kode?”
“Iya, aku ingin melakukan hal-hal cabul seperti ini nyaaan ♪. Dari pengalamanku, itu tidak salah lagi. ”
“……?”
Hiiragi-chan, ingin melakukan, hal-hal cabul ...?
“Wajah serius Senpai cukup menarik ... Bufufu.”
“Tetap saja, dia sendiri yang bilang kalau itu tidak boleh.”
Apa itu karena dia sedang dalam mood di hari itu?
“Kurasa aku tidak begitu tahu detailnya.”
Hiiragi-chan sendiri mengakui kalau itu bukan karena dia tidak tertarik.
... Jadi, Hiiragi-chan, ingin melakukan, hal-hal cabul ... Sepertinya ada kalanya dia sedang mood ingin melakukan hal cabul semacam itu.


close

3 Komentar

Budayakan berkomentar supaya yang ngerjain project-nya tambah semangat

  1. Udah lah kelamaan....
    Sikat Langsung napa si MC :v :"v

    BalasHapus
  2. Ku selalu menanti untuk diatas ranjang....
    ayo MC langsung sikat, milf menanti anda...

    BalasHapus
  3. Yoshaaa, kekny bntr lg ngeueng

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama